Wasit Chelsea vs Leicester Mengalami Kendala Dan Harus Diganti, Apa Sebabnya?

Wasit Chelsea vs Leicester Mengalami Kendala Dan Harus Diganti, Apa Sebabnya?

Baru-baru ini ada sebuah cerita menarik yang terselip pada laga Chelsea vs Leicester City, yang di laksanakan pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2019 pukul malam WIB. Wasit berusia 51 tahun, Graham Scott yang urung memimpin laga lantaran dia terlambat datang ke stadion.

Laga Chelsea vs Leicester City pada pekan kedua Premier League musim 2019/2020 digelar di Stamford Bridge.

Merujuk pada keputusan awal pihak FA, harusnya yang bertugas untuk memimpin jalannya laga adalah Graham Scott. Tetapi, wasit 51 tahun ini posisi akhirnya justru dirinya diganti oleh Oliver Langford karena keterlambatan dirinya hadir di laga tersebut.

Oliver Langford sebenarnya tidak mempunyai tugas dan tidak ditugaskan sebagai wasit utama. Dia mendapatkan tugas sebagai official. Lantas, mengapa Graham Scott urung memimpin laga Chelsea vs Leiceter? Simak berikut ini yuk.

Graham Scott Telat Karena Macet

Dan lewat keterangan yang diberikan oleh Premier League, sesaat sebelum laga dimulai, ada pergantian wasit di laga Chelsea vs Leicester. Dan karena Graham Scott tidak bisa bertugas dan digantikan oleh Oliver Langford.

Premier League tidak memberikan keterangan resmi apa sebabnya dan alasannya digantinya Graham Scott. Mereka hanya mengabarkan kepada awak media terjadi pergantian wasit saja.

Mengutip informasi yang didapat dari Sportsmole, sebuah cerita unik terjadi di balik pergantian wasit laga Chelsea vs Leicester. Rupanya, Graham Scott telat datang ke Stamford Bridge hingga harus digantikan oleh Oliver Langford.

Oliver Langford sendiri tidak masuk dalam ‘Select Grup’ untuk laga Chelsea vs Leicester. Dia hanya masuk dalam ‘Grup Two’ dan dilatih untuk VAR. Tetapi, dia punya lisensi untuk memimpin laga Premier League.

Graham Scott terlambat datang ke Stamford Bridge setelah terjebak dalam kemacetan di M40. Saat dalam perjalanan Graham Scott, dari Oxfordshire lalu dirinya baru bisa tiba di stadion pada pukul 16.00 waktu setempat. Beberapa sesi yang dia harus korbankan saat melewatkan waktu persiapan dan pemanasan.

Jalannya Pertandingan

Meskipun dipimpin oleh wasit pengganti, jalannya laga Chelsea vs Leicester City relatif cukup baik dan tidak memberikan efek yang buruk. Oliver Langford sendiri benar-benar baru pertama kali memimpin laga Premier League, setelah dua musim menjadi wasit Championship.

Oliver Langford hanya mencabut satu kartu kuning dari kantongnya pada laga Chelsea vs Leicester. Kartu kuning itu diberikan pada Jorginho pada menit ke-37.

Walaupun pada akhirnya laga antara Chelsea vs Leicester berakhir dengan skor imbang 1-1. Namun The Blues unggul lebih dulu lewat Mason Mount. Kubu Leicester kemudian membalas lewat gol Wilfried Ndidi pada babak kedua.

Sumber : celfceredigionart.org, Website Poker Online

Man City vs Tottenham, Guardiola Sportif Memuji Lawan Dan Tim Asuhnya Sudah Bermain Luar Biasa!

Man City vs Tottenham, Guardiola Sportif Memuji Lawan Dan Tim Asuhnya Sudah Bermain Luar Biasa!

Baru saja manajer Manchester City yang sudah berusia 48 tahun, Josep Guardiola mengungkapkan memberikan penilaiannya terkait timnya sudah bermain sangat bagus di laga kontra Tottenham. Akan tetapi, ada beberapa hal yang membuat dirinya cukup kecewa karena tidak berhasil meraih tiga poin.

Man City menjamu Tottenham pada pekan kedua Premier League musim 2019/2020. Laga di Stadion Etihad yang sudah berlangsung pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019 pada malam WIB berakhir dengan perolehan skor yang sama atau imbang 2-2.

Raheem Sterling membawa Man City unggul pada menit ke-20. Tiga menit berselang, Erik Lamela menyamakan skor. Sergio Aguero membawa Man City unggul 2-1 pada menit 35.

Namun, hal tersebut tidak membuat Tottenham untuk menyerah justru tim semakin bersemangat dan tidak menyerah. Gol Lucas Moura pada menit ke-56 membuat skor akhir menjadi 2-2. Pada injury time babak kedua, Man City sempat mencetak gol dari Gabriel Jesus, tetapi dianulir wasit setelah melihat VAR.

Salah Satu Pertandingan Terbaik Man City

Meskipun hasil akhirya gagal menang, Josep Guardiola sebagi pelatih mengaku tetap memberi apresiasi pada performa para pemain Manchester City. Dia merasa Sergio Aguero dan kolega sudah tampil prima berjuang keras, juga. Walaupun hasilnnya tidak sesuai harapan. Tetapi sang pelatih ingin membenahi jika ada kekurangan yang perlu di koreksi agar next pertandingan bisa memperoleh kemenangan.

“Kami bermain luar biasa. Ini merupakan salah satu pertandingan terbaik yang pernah kami mainkan bersama,” kata Guardiola di situs resmi klub.

“Kami bermain bagus, tetapi sayang sekali hasilnya kami tidak bisa menang,” imbuh Guardiola.

Guardiola juga tidak merasa khawatir dengan kegagalan menang ini. “Kami akan memulihkan diri, berlatih dan bersiap untuk laga selanjutnya. Kami tidak harus menyesalinya,” kata Guardiola.

Pujian Guardiola untuk Tottenham

Josep Guardiola tentu saja harus tetap bersikap sportif, dan ia pun tidak luput untuk memberikan pujian kepada cara bermain Tottenham. Anak asuh Mauricio Pochettino tersebut mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Man City yang dinilai sudah tampil solid.

“Ketika mereka mampu melewati batas, mereka kemudian mampu mencetak gol dan setelah itu mereka mencetak gol dari set piece. Kami melawan Tottenham, salah satu tim terbaik Eropa,” puji Guardiola.

Lalu setelah hari sabtu kemain pertandingan seleseai, Guardiola akan menjalani laga melawan Bournemouth pada pekan ketiga. Sementara, untuk Tottenham akan menjamu Newcastle United. Untuk para pendukung masing-masing tim jangan menyerah terus berikan support agar tim kebanggaan kalian bisa menang di pertandingan selanjutnya.

Gol Magis Dybala Bawa Juventus Kalahkan Triestina

Gol Magis Dybala Bawa Juventus Kalahkan Triestina

Baru saja berita mengabarkan jika Juventus ingin beruji coba melawan klub Serie C, Triestina. Tanpa sang mega bintang, Cristiano Ronaldo dan pelatih Maurizio Sarri, lalu hasilnya Juventus tetap menang. Dan kemenangan ini diraih lewat gol magis Paulo Dybala.

Juventus mengalahkan Triestina di Stadio Nereo Rocco, Trieste, yang di laksanakan pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2019. Diman gol tunggal tersebut merupakan penentu kemenangan Juventus dicetak oleh Dybala pada menit 38. Dybala juga gagal penalti di laga ini.

Ronaldo dan Sarri tidak berangkat ke Trieste. Ronaldo mengalami masalah pada ototnya, sedangkan Sarri terkena flu sampai mengharuskan dirinya tidak bisa berada di tengah lapangan. Aaron Ramsey tampil untuk pertama kalinya dengan seragam Juventus, masuk di 20 menit terakhir.

Laga ini digunakan Juventus untuk melakukan eksperimen dengan pemain berusia 25 tahun, Dybala sebagai False 9. Dan hasil yang diberikan pemain berwajah tampan ini cukup memuaskan.

La Joya Kirim Pesan

Juventus menyadari jika dirinya sedikit kesulitan di babak pertama. Salah satu penyebabnya adalah karena Danilo dan Federico Bernardeschi kurang saling memahami di sektor kanan.

Juventus memecahkan kebuntuan lewat sebuah aksi magis Dybala. Menerima operan terobosan, La Joya berputar mengecoh bek lawan, lalu melob bola dari dalam area. Kiper lawan tak bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya gol pun tercipta.

Dari selebrasinya, Dybala seolah mengirim pesan kepada Juventus bahwa dia tak ingin hengkang. Tetap ingin berkarya lebih banyak lagi di Juventus.

Juventus sendiri tim yang sebenarnya sudah punya peluang untuk menggandakan keunggulan di menit 49. Namun, penalti Dybala dihentikan oleh kiper Triestina. Berikut ini beberapa nama pemain yang terlibat didalam pertandingan saat itu.

Juventus: Szczesny; Danilo (Cuadrado 62), Bonucci (Demiral 62), Chiellini (De Ligt 62), Alex Sandro (De Sciglio 62); Khedira (Emre Can 67), Pjanic (Matuidi 67), Rabiot (Bentancur 67); Bernardeschi (Ramsey 70), Dybala (Mandzukic 62), Douglas Costa (Higuain 67).

Gol: Dybala 38′

Penalti gagal: Dybala 49′.

Dilansir dari : isbw13.org, Situs Poker Online Indonesia.

Pramusim Buruk Real Madrid Terlupakan Dan Tertutup Atas Kemenangannya!

Pramusim Buruk Real Madrid Terlupakan Dan Tertutup Atas Kemenangannya!

Perolehan hasil dari sederet nilai yang buruk didapatkan Real Madrid sepanjang pramusim. Namun, pramusim yang kurang meyakinkan itu langsung terlupakan dan tertutupi berkat kemenangan manis dalam laga perdananya di La Liga musim ini.

Real Madrid bertandang ke Balaidos untuk menghadapi Celta Vigo pada pekan pertama La Liga 2019/20, yang sudah di laksanakan pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019. Lalu Madrid memperoleh kemenangan dengan skor 3-1.

Jalannya pertandingan, Madrid unggul 1-0 di babak pertama lewat gol Karim Benzema menit 12 dari assist Gareth Bale. Madrid kehilangan Luka Modric yang dikartu merah langsung di menit 56, tapi mereka justru bisa mencetak gol kedua. Gol kedua Madrid diciptakan oleh Toni Kroos dengan tembakan dari luar kotak penalti pada menit 61. Madrid menjauh lewat gol pemain pengganti Lucas Vazquez di menit 80, dan Celta hanya bisa menipiskan selisih skor melalui Iker Losada di masa injury time.

“Yang penting adalah kompetisi yang sebenarnya,” tegas pelatih Zinedine Zidane.

Kemenangan Memuaskan

“Kami puas dan senang,” kata Zidane, seperti dikutip Marca. “Tak banyak tim yang datang ke sini [Balaidos] dan menang.”

“Saya senang setelah pramusim, yang sulit dari segi hasil, tapi bagus dari segi kinerja.”

“Yang paling penting adalah kompetisi yang sebenarnya,” tegas Zidane.

Pramusim Madrid

Sepanjang pramusim, Madrid tercatat kalah saat melawan beberapa tim yaitu Bayern Munchen, Arsenal, Atletico Madrid, Tottenham, dan AS Roma.

Dalam laga pramusim terakhirnya, Celta dan Madrid sama-sama dikalahkan klub asal ibu kota Italia. Celta kalah 1-2 melawan Lazio, sedangkan Madrid kalah adu penalti melawan Roma usai bermain imbang 2-2.

Lalu saat ini tim jumpa di pekan perdana, Madrid keluar sebagai pemenang dan pulang membawa tiga poin. Kemenangan atas Celta ini pun diyakini dapat membuat publik sedikit melupakan betapa buruknya Madrid di pramusim. Besar harapan fans dan tim untuk Madrid mempertahankan kemenangannya di pertandingan selanjutnya yang bisa membawa namanya menjadi lebih baik di dunia Sepak Bola.

Prediksi Atletico Madrid vs Juventus 10 Agustus 2019

Prediksi Atletico Madrid vs Juventus 10 Agustus 2019

Pertandingan kali ini di persembahkan dari Atletico Madrid dan Juventus dimana mereka akan bertemu di lanjutan International Champions Cup 2019. Dan pertandingan ini akan dilaksanakan di Friends Arena, Swedia, yang dilaksanakan pada hari Sabtu 10 Agustus 2019 malam nanti WIB. Dan kami akan membahas prediksi Atletico Madrid vs Juventus selengkapnya.

Ini akan menjadi pertandingan terakhir di pramusim bagi Atletico Madrid sebelum memulai kampanye mereka di La Liga. Bagi tim asuhan Diego Simeone tersebut, ini sudah menjadi musim panas yang cukup sibuk terutama di bursa transfer.

Di lima pertandingan sebelumnya selama pramusim, performa Los Rojiblancos memang meyakinkan. Dari lima pertandingan pramusim, mereka mampu mengakhir semuanya dengan kemenangan, termasuk ketika mengalahkan rival sekota mereka Real Madrid dengan skor telak 7-3. Dan diyakini pertandingan kali ini juga tidak kalah keren dan seru.

Meskipun kehilangan beberapa pemain penting mereka seperti beberapa nama Juanfran, Diego Godin, Filipe Luis hingga Antoine Griezmann. Atletico sendiri sudah menambah kekuatan dengan beberapa pemain baru. Dan nama-nama tersebut seperti Joao Felix, Marcos Llorente, Felipe, Mario Hermoso, Renan Lodi, Ivan Saponjic, Hector Herrera hingga Kieran Trippier siap membawa perubahan besar di skuad Atletico.

Bagaimana dengan Juventus? Si Nyonya Tua musim ini juga tidak kalah melakukan perubahan besar dengan kedatangan pelatih anyar berusia 60 tahun Maurizio Sarri. Kedatangan mantan pelatih Chelsea dan Napoli tersebut diyakini akan mengubah wajah Bianconeri selama ini, terutama dalam segi pendekatan dan gaya permainan.

Nama-nama baru juga akan memulai petualangan mereka di Turin. Sebut saja Matthijs de Ligt, Aaron Ramsey, Adrien Rabiot, Luca Pellegrini, Merih Demiral, hingga nama terbaru yang baru saja resmi dibicarakan Danilo.

Juventus dimana baru-baru ini mengalami kehilangan pemain berusia 19 tahun Moise Kean, dan lainnya seperti Leonardo Spinazzola, Stefano Sturaro, pensiunnya Andrea Barzagli, dan Joao Cancelo diyakini tak akan mengurangi kekuatan Juventus karena nama-nama penggantinya. Pertemuan melawan Atletico pun akan menjadi ujian yang bagus bagi Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan untuk menilai kesiapan mereka menyongsong musim kompetisi baru.

Perkiraan Susunan Pemain

Klub Atletico Madrid beberapa nama yang di beritakan, Oblak; Trippier, Savic, Felipe, Lodi; Saul, Koke, Correa, Lemar; Felix, Costa.

Melawan klub Juventus yang akan melawan beberapa nama Szczesny; Danilo, De Ligt, Bonucci, De Sciglio; Rabiot, Pjanic, Matuidi; Ronaldo, Bernardeschi, Higuain.

Prediksi

Ini yang di tunggu para penggemar dimana Juventus memiliki skuad yang menarik berkat aktivitas mereka selama musim panas ini, namun seperti Chelsea musim lalu, mereka akan butuh waktu untuk nyetel dengan gaya dan ide yang diinginkan Maurizio Sarri. Sang pelatih memang dikenal memiliki gaya sepakbola yang atraktif, menyerang dan mengandalkan umpan-umpan pendek. Sangat besar harapan sang pelatih juga akan para pemain untuk bisa mewujudkan rencananya yang sudah ia rancang.

Sementara itu, Atletico Madrid di sisi lain, terlihat semakin nyetel sebagai sebuah tim setelah lima pertandingan pramusim sebelumnya. Nama-nama baru seperti Joao Felix dan juga Trippier juga nyetel. Belum lagi performa Diego Costa selama pramusim juga luar biasa yang berhasil naik di bicarakan banyak orang. Redaksi berita dari kami memprediksi jika pertandingan ini akan berakhir untuk kemenangan Atletico dengan prediksi perolehan skor 3-1. So kita tunggu saja ya malam ini!

Sumber : Agen Bola Terpercaya bet789club.com

Beli Bek Senior Sudah Tua David Luiz, Arsenal Dinilai Pemalas!

Beli Bek Senior Sudah Tua David Luiz, Arsenal Dinilai Pemalas!

Baru-baru ini Arsenal dituding tidak benar-benar berusaha mengembangkan skuad dengan mendatangkan bek senior berusia 32 tahun seperti David Luiz. Masalah pertahanan Arsenal mungkin tidak akan terselesaikan.

Kepindahan David Luiz ini jadi salah satu kejutan besar di bursa transfer Premier League. Hanya beberapa hari sebelum tenggat transfer, tiba-tiba muncul rumor Arsenal mendekati bek Brasil itu dan Chelsea siap melepasnya. Faktor usianya tidak menjadi penghalang bagi Arsenal untuk membeli bek tersebut.

Tidak bisa dipungkiri memang The Gunners membutuhkan tambahan kekuatan di area bertahan, tapi tidak ada yang menduga nama David Luiz menjadi bek yang akan di beli. Sang pelatih, Unai Emery dituding mengambil risiko besar dengan pembelian Luiz.

Tidak Benar-Benar Yakin Membeli Luiz

Berita yang dikutip dari Metro, Luiz merupakan salah satu dari enam pembelian Arsenal pada bursa transfer musim panas ini. The Gunners hanya mengeluarkan dana sebesar 8 juta poundsterling untuk mendapatkan Luiz, dan ini dilayangkan hanya beberapa jam sebelum tenggat transfer baru-baru ini.

Pemain berusia 32 tahun, Luiz diharapkan bisa menyelesaikan masalah pertahanan Arsenal, namun nyatanya transfer ini pun banyak yang menilai jika berisiko tinggi. Analis Premier League mengungkapkan, jika Stan Collymore tidak yakin Arsenal benar-benar berminat membeli Luiz sejak awal.

“Luiz. Sungguh? Saat ini Arsenal seharusnya membidik target defensif premium, menjelajahi dunia untuk mendapatkan figur pemimpin yang murni, yang bisa mereka bentuk untuk menjadi andalan Arsenal,” tegas Collymore.

Pilihan Malas

Dan berita lebih lanjut lagi mengatakan jika Arsenal disebut tidak benar-benar berusaha mencari bek tengah yang mumpuni. Luiz merupakan mantan pemain Chelsea, tetangga satu kota Arsenal. Pembelian Luiz dianggap sebagai bentuk kemalasan Arsenal. Namun tetap besarnya harapan yang di miliki Arsenal akan pemain yang sudah berusia kepala tiga puluh tersebut.

“Mereka [Arsenal] mengambil opsi malas. Hanya memandang 8 kilometer dan memutuskan untuk membeli pemain 32 tahun? Menyedihkan!” imbuh Collymore.

“Jika saya menjadi bagian Arsenal dan bisa berbicara pada Emery, saya akan menyarankan pelatih saya untuk tidak membeli David Luiz,” tutupnya.

Liverpool Resmi Dipastikan Tanpa Alisson Becker Di Piala Super Eropa Kontra Chelsea, Akankah Bisa?

Liverpool Resmi Dipastikan Tanpa Alisson Becker Di Piala Super Eropa Kontra Chelsea, Akankah Bisa?

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp memastikan penjaga gawang andalannya berusia 26 tahun, Alisson Becker dimana dirinya bakal aben dalam laga Piala Super Eropa versus Chelsea di Istanbul tengah pekan depan.

Baru-baru ini kabar soal Alisson yang baru saja mendapat kecelakaan cedera dalam laga pembuka Premier League 2019-20 kontra Norwich City, yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 Agustus 2019 tepatnya dini hari tadi. Dimana ia terpaksa ditarik keluar di menit ke-39 dan digantikan kiper yang baru saja direkrut yaitu, Adrian.

Cedera yang didapat oleh Alisson awalnya bermula ketika mengambil tendangan gawang secara cepat. Namun kiper asal Brasil itu terpeleset dan kemudian memegangi bagian belakang kakinya dan terjatuh ke rumput dengan lemas.

Alisson Cedera Betis

Dalam konferensi pers seusai laga, Klopp selaku sebagai pelatih menjelaskan bahwa Alisson pemain berusia 26 tahun ini, baru saja mendapat kecelakaan cedera betis dan kemungkinan absen dalam beberapa laga ke depan. Dan tentu saja hal tersebut menjadi peristiwa yang mau tidak mau diterima oleh sang pelatih dan juga klub.

“Tak ada yang harus dikatakan soal laga ini kecuali cedera Alisson. Hal itu tentu saja tak bagus bagi kami tapi kami harus melihat seberapa serius cederanya dan kami harus menerimanya,” ujar Klopp seperti dikutip laman resmi Liverpool.

“Ia mengalami cedera betis. Dia tak bisa melanjutkan pertandingan, itu bukan pertanda yang bagus. Kami harus melihatnya,” lanjut Klopp kepada reporter bet789casino.com

“Rabu [Piala Super Eropa], dia tak akan bermain, dengan semua pengalaman yang saya miliki, saya sudah bisa mengatakan hal tersebut. Dia cedera, jadi kami harus melihat seberapa parah cederanya,” tukasnya.

Percaya Pada Adrian

Sebagai pengganti, seperti yang sudah di katakan sebelumnya jika sang pelatih Klopp kini tentu akan mengandalkan Adrian yang belum satu pekan direkrut sebagai pengganti Simon Mignolet yang memilih hengkang. Saat ini tinggal dirinya membuktikan kemampuannya seperti Alisson Becker.

“Dia [Adrian] adalah pria yang sangat percaya diri dan dia datang dan saya rasa dia tak ingin hanya duduk di bangku cadangan untuk beberapa tahun ke depan,” tutur Klopp.

“Dia sudah siap. Seperti inilah situasinya, tapi jika Anda berada dalam situasi ini maka Anda ingin memiliki seseorang yang sudah pernah bermain di liga dan berpengalaman,” tandasnya.

Lalu hasil akhirnya selepas menghadapi Chelsea, Liverpool tidak berhenti sampai situ karena dirinya akan menjalani laga pekan kedua Premier League dengan melawat ke markas Southampton.

Romelu Lukaku Bertengkar Dengan Asisten Pelatih Manchester United, Apa Sebabnya?

Romelu Lukaku Bertengkar Dengan Asisten Pelatih Manchester United, Apa Sebabnya?

Berita yang baru di keluarkan soal pemain berusia 26 tahun, Romelu Lukaku yang akhirnya resmi pindah dari Manchester United. Tetapi, sebelum resmi pindah, karena ada kabar yang menyebutkan bahwa Lukaku terlibat sebuah keributan dengan asisten pelatih berusia 56 tahun, Mike Phelan.

Rumor kepindahan Romelu Lukaku sudah menghiasi media-media di Eropa sejak awal bulan Juli 2019 ini. Namun, semua sempat dibantah saat Lukaku masuk dalam skuad pramusim.

Dalam perkembangannya, Lukaku sendiri tercatat tidak pernah sekalipun dimainkan pada laga pramusim. Pemain asal Belgia tersebut semakin mengambil jarak dengan Manchester United saat memilih berlatih di Anderlecht.

Dan sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah ke Inter Milan, Lukaku membuat berita lagi jika dirinya disebut bertengkar dengan Mike Phelan. Apa sebabnya dari kejadian tersebut? Mengapa hal tersebut bisa terjadi ya? Simak berikut ini.

Romelu Lukaku Bertengkar Dengan Mike Phelan

Seperti yang dikutip dari The Sun, dimana hubungan Romelu Lukaku dengan Manchester United mulai renggang sejak Lukaku dikabarkan ingin berpindah dari MU. Ketika tim sedang menjalani tur pramusim di Asia. Situasi makin pelik ketika tim sudah berada di Tiongkok.

Pemain berusia 26 tahun dikabarkan terlibat pertengkaran dengan asisten pelatih, Mike Phelan. Lalu yang menjadi pertanyaan apa penyebab dari pertengkaran ini yang kabarnya diklaim karena Lukaku yang tidak disiplin mengikuti jadwal yang disepakati. Ia seolah menganggap sepela padahal dirinya masih terikat dengan MU.

Romelu Lukaku telat datang ke bus yang menjemput untuk laga melawan Tottenham yang akan di laksanakan pada tanggal 25 Juli 2019. Dan situasi tersebutlah yang membuat asisten pelatih Mike Phelan geram. Dan dia sendiri kemudian baru saja mengambil keputusan bahwa tim berangkat ke stadion tanpa Lukaku.

Dan rupanya, kejadian tersebut Lukaku tidak terima sampai akhirnya kedua belah pihak akhirnya berseteru. Dan, kasus ini makin memantapkan sikap United untuk melepas Lukaku. Begitu juga Lukaku yang dirinya juga semakin mantap untuk pindah.

Romelu Lukaku ke Inter Milan

Setelah dua tawaran awal ditolak Lukaku, Inter Milan akhirnya mendapatkan jawaban yang baik dimana klub ini resmi mendapatkan jasa Romelu Lukaku pada bursa transfer musim panas 2019 ini. Inter menebus pemain tersebut dengan harga sebesar 73 juta pounds.

Romelu Lukaku sendiri merupakan pemain yang sejak awal menjadi bidikan pelatih Antonio Conte. Bahkan, Conte mengaku sudah ingin membeli Romelu Lukaku sejak masih melatih di Chelsea. Setertarik itu dirinya dengan pemain berusia 26 tahun tersebut.

Sebelum resmi pindah ke Inter Milan, Romelu Lukaku sempat dekat dengan kesepakatan klub lain untuk pindah ke Juventus. Namun, Paulo Dybala yang dijadikan alat berter tetapi dirinya tidak ingin untuk pindah ke Manchester United. Padahal, Romelu Lukaku sendiri tidak ada masalah dan sudah sepakat ingin pindah ke Juventus. Tetapi pada akhirnya Inter Milan lah yang berhasil memboyong dirinya.