Oscar Konfirmasi Tengah Bernegosiasi Dengan Duo Milan Yang Ternyata Tertarik Juga Dengan Dirinya

Oscar Konfirmasi Tengah Bernegosiasi Dengan Duo Milan Yang Ternyata Tertarik Juga Dengan Dirinya

Sebuah kabar mengejutkan datang dari Oscar baru-baru ini pemain dengan nama lengkap Oscar dos Santos Emboaba JĂșnior dimana playmaker Shanghai SIPG itu mengaku bahwa ia tengah menjalin kontak dengan duo Milan yaitu AC Milan dan Inter Milan untuk pindah ke Serie A.

Oscar sebelumnya dikenal sebagai salah satu talenta muda berbakat yang dimiliki Chelsea pada saat itu. Namun pada tahun 2017 silam ia memutuskan pindah ke Tiongkok setelah ia tidak masuk dalam rencana Antonio Conte.

Dan kabarnya saat ini ia baru menjalani dua tahun lamanya di Tiongkok, Oscar mulai merasa tidak betah. Ia digosipkan ingin kembali ke Eropa dalam waktu dekat.

Ketika dikonfirmasi mengenai kabar itu, sang playmaker membenarkannya dan berkata demikian: “Ya, itu [kembali ke Eropa] memang benar,” ujar Oscar kepada Passione Inter.

Ingin ke Italia

Oscar membeberkan bahwa ia sangat ingin bermain di Italia. Untuk itu ia tengah bernegosiasi dengan duo Milan yaitu AC Milan dan Inter Milan untuk transfernya tersebut. Berikut detail percakapan jelasnya.

“Ya saya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa klub. Saya sudah berbicara dengan kedua klub Milan dalam beberapa minggu terakhir.” Ujar pemain berusia 27 tahun.

“Untuk saat ini saya belum bisa memberikan informasi yang detail, tetapi saya hanya bisa mengatakan satu hal, bahwa saya ingin bermain di Italia.” Tandasnya kembali.

Opsi Realistis

Menurut laporan tersebut, baik Inter Milan dan AC Milan memang sudah mempunyai ketertarikan untuk memboyong pesepakbola berusia 27 tahun tersebut.

Namun kendati mereka memiliki sedikit kendala untuk merekrut sang pemain. Pasalnya tim yang masih terikat dengan Oscar, Shanghai SIPG hanya mau menjualnya di angka sebesar 60 juta Euro pada musim panas ini.

Untuk itu baik Milan dan Inter akan mencoba untuk meminjam sang pemain dengan opsi pembelian permanen. Hal tersebut masih butuh di coba namun besar harapan agar bisa lancar.

Prestasi Apik

Selama berkiprah di Tiongkok, Oscar sendiri sudah memberikan catatan sejarah jika ia berhasil tampil berprestasi. Ia tercatat membawa Shanghai SIPG menjadi juara CSL tahun lalu tepatnya 2018.

Dan tidak berhenti sampai di situ karena musim ini ia tercatat mengemas sebanyak enam gol dari total 18 pertandingan CSL, di mana Shanghai SIPG saat ini tertinggal 2 poin dari Guangzhou Evergrande di puncak klasemen CSL. So kita tunggu saja ya hasil resminya akankah berhasil negosiasi Oscar kepada duo Milan tersebut.

Sumber : Website judi online Indonesia, bet789inc.com.

Cesar Azpilicueta Yakin Chelsea Masih Bisa Juara EPL Tanpa Pemain Baru!

Cesar Azpilicueta Yakin Chelsea Masih Bisa Juara EPL Tanpa Pemain Baru!

Sebuah keyakinan diungkapkan oleh pemain berusia 29 tahun Cesar Azpilicueta. Bek Chelsea itu meyakini timnya bisa tetap kompetitif musim depan tanpa membeli pemain baru. Ia juga percaya jika rekan-rekannya mampu memberikan yang terbaik sampai bisa juara.

Kalau kita bisa flashback sedikit, sekitar tiga bulan lalu, Chelsea mendapatkan sebuah kabar buruk. Mereka dijatuhi hukumam embargo transfer oleh FIFA setelah didakwa melakukan perekrutan ilegal untuk pemain di bawah umur.

Pihak The Blues sudah mencoba banding ke FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga. Namun hasilnya nihil sehingga hasil yang resmi menyatakan bahwa mereka tidak bisa mendatangkan pemain baru sampai musim panas 2020. Namun rencana bolehlah rencana tetapi akan terlaksana nanti hingga waktunya tiba.

Meski timnya tidak memiliki tambahan amunisi baru, Azpilicueta menilai dan menguatkan dengan kata-kata untuk timnya bisa tetap kompetitif musim depan. “Saya rasa tim ini sudah semakin dekat dengan apa yang diinginkan manajer dari kami,” ujar Azpi kepada Goal International.

Kerja Keras

Azpilicueta menilai timnya tidak mempermasalahkan embargo transfer ini. Ia meyakini rekan-rekannya begitu bersemangat untuk bisa merebut hati manajer mereka. Dan yang terpenting saat ini fokus dan kerja keras untuk kedepannya bisa membuahkan hasil yang terbaik.

“Musim panas ini situasinya sedikit berbeda. Kami mendapatkan hukuman embargo transfer yang sebelumnya belum pernah kami dapatkan.” Ujarnya.

“Kami tidak akan mengeluhkan situasi ini, karena kami semua bekerja keras. Kami memiliki manajer baru dan semua orang bekerja keras untuknya.” Tandasnya kembali.

Tatap Optimis

Azpilicueta juga merasa optimis, keyakinan dia di harapkan dapat bisa menular ke rekan-rekan pemain Chelsea lainnya agar para fans tidak kecewa dengan keadaan yang ada saat ini. Keyakinan yang ia tekanan yakni timnya bisa meraih kesuksesan di musim kompetisi pada tahun 2019/2020 mendatang.

Ia menilai bahwa pelatih anyar berusia 41 tahun, Frank Lampard punya segala yang dibutuhkan untuk membawa Chelsea kembali ke jalur kesuksesan. Pelatih ini pelan tapi pasti semoga bisa membuktikan segera prestasi untuk klubnya.

“Ini adalah tahun ketujuh saya di Chelsea, dan sejuah ini saya sudah dilatih oleh beberapa manajer yang berbeda.” Ujar sang pelatih.

“Namun kami menyambut antusias musim yang baru ini dan kami sudah tidak sabar untuk memulai musim ini.” ia menandaskan.

Pra Musim Maksimal

Seperti yang di ketahui, Chelsea sendiri saat baru saja pulang dari Jepang. Mereka menuntaskan partai uji coba ke empat mereka melawan Barcelona, di mana mereka menang dengan perolehan skor 2-1 atas juara La Liga tersebut.

Tercatat tren mereka selama pra musim ini cukup apik. Mereka mampu meraih dengan 2 kemenangan 1 hasil imbang dan 1 kekalahan.

Membuat Malu Di Depan Klub Lawan Dan Para Fans, Zidane Akui Real Madrid Tampil Buruk

Membuat Malu Di Depan Klub Lawan Dan Para Fans, Zidane Akui Real Madrid Tampil Buruk

Berita terbaru datang dari hasil perolehan pertandingan hari ini. Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane tidak mau mencari pembelaan setelah timnya dibantai Atletico Madrid pagi tadi. Zidane mengakui timnya tampil sangat buruk pada laga tersebut. Dan butuh koreksi yang lebih lagi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tren negatif Real Madrid di pra musim kali ini kembali berlanjut. Kali ini mereka dikalahkan oleh tetangga mereka sendiri, Atletico Madrid di Amerika Serikat dengan perolehan skor akhir 7-3.

Tidak tanggung-tanggung, El Real kalah dengan skor telak dengan skor 7-3. Striker Atletico Madrid, cukup membuat kaget banyak orang juga yaitu, Diego Costa dimana ia berhasil mencetak empat gol ke gawang Thibaut Courtois.

Dalam konferensi persnya, Zidane mengakui bahwa timnya tampil mengecewakan pada laga tersebut dan banyak para fans juga yang kecewa akan perolehan tersebut. Ini dia ungkapan dari sang pelatih “Apa yang terjadi tadi adalah kami mengawali pertandingan dengan sangat buruk,” keluh Zidane yang dikutip Goal International.

Tidak Ada Respon

Menurut Zidane, pemain Real Madrid terlalu terpaku terhadap gol-gol cepat yang berhasil di peroleh dari Los Rojiblancos dan mereka tidak segera memberikan gol balasan sehingga mereka kehilangan momentum. Fokus dan konsentrasinya kurang bisa di kuasai pada pemain Real Madrid hari ini, untuk itu butuh koreksi yang di berikan oleh sang pelatih.

“Ini adalah pertandingan dengan level yang sangat tinggi, namun kami mengawalinya dengan sangat buruk. Baru delapan menit berjalan kami sudah tertinggal 2-0.”

“Kami tidak memberikan respon apapun terhadap gol tersebut. Babak pertama benar-benar sulit bagi kami, di mana kami tidak benar-benar bermain di laga itu. Kami kalah di semua lini, termasuk dalam masalah intensitas.”

Akui Keunggulan Atletico Madrid

Pada kesempatan ini pelatih Zidane menunjukkan sikap sportifnya dimana ia juga mengakui bahwa Atletico Madrid memang tampil dengan sangat luar biasa pada hari ini. Dan membuat ia sebagai pelatih juga kaget terutama para fans.

“Hari ini mereka [Atletico] membuat tujuh gol dan itu seharusnya tidak boleh terjadi. Para pemain kami juga tahu ini tidak boleh terjadi sehingga mereka benar-benar kecewa.”

“Kami tidak boleh memutarbalikkan sesuatu. Ini adalah pertandingan pra musim dan mereka benar-benar lebih baik dari kami. Jadi tidak ada yang perlu dibahas lagi.”

Laga Berikutnya

Setelah menuntaskan pertandingan di Amerika Serikat ini walaupun hasil yang di bawa cukup membuat klub banyak belajar, dan Real Madrid akan segera kembali ke Eropa.

Mereka dijadwalkan akan mengikuti ajang Audi Cup, di mana mereka akan menghadapi klub Tottenham Hotspur sebagai lawan pertama mereka. Tentu besar harapan pelatih akan para pemain Real Madrid bisa membuktikannya saat pertandingan tersebut.

Ada 5 Pelajaran Yang Di Petik Dari Pembantaian Real Madrid oleh Atletico Madrid, Apa Sajakah?

Ada 5 Pelajaran Yang Di Petik Dari Pembantaian Real Madrid oleh Atletico Madrid, Apa Sajakah?

Baru saja Real Madrid harus berlapang dada karena mendapatkan kekalahan yang menyakitkan. Mereka dipermak oleh tetangga mereka sendiri, Atletico Madrid di Metlife Stadium dengan skor telak 7-3 Atletico Madrid menang dan Real Madrid kalah.

Pada laga yang digelar di Amerika Serikat ini, baik Zidane maupun Simeone menanggapinya dengan serius. Nyatanya kedua pelatih menurunkan susunan skuat terbaik mereka untuk partai derby Madrid ini.

Namun pertandingan yang diperkirakan akan berjalan dengan sengit ini malah berakhir antiklimaks. Real Madrid malah tumbang dengan skor yang memalukan, yaitu dengan skor 7-3.

Redaksi Bola memiliki beberapa catatan tepatnya ada 5 pelajaran yang terkait pembantaian El Real tersebut. Apa sajakah itu? Simak selengkapnya berikut ini.

Point Pertama: Benahi Pertahanan

Salah satu aspek yang paling mencolok pada pertandingan antara Atletico Madrid dan Real Madrid pagi tadi adalah rapuhnya pertahanan El Real.

Pagi tadi, nyatanya El Real menurunkan komposisi terbaik mereka. Mereka memainkan beberapa pemain seperti Marcelo, Nacho Fernandes, Sergio Ramos, dan Alvaro Odriodzola.

Namun komposisi empat pemain yang seharusnya menjadi tumpuan utama pertahanan El Real ini malah terlihat seperti pemain amatir, dan hal tersebut membuat banyak orang juga melihatnya kaget, di mana koordinasi antar lini belakang terlihat sangat buruk. Jika Madrid ingin menantang gelar La Liga musim depan, situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus ada perubahan yang benar-benar di fikirkan.

Point Kedua: Eden Hazard Masih Butuh Waktu

Pada pertandingan ini Zinedine Zidane kembali mencoba untuk memainkan Eden Hazard. Sang playmaker kembali dipasang sebagai starter sama seperti tiga laga sebelumnya.

Tetapi saat ini penampilannya jauh terbalik dari perkiraan dan harapan sang pelatih, playmaker asal Belgia ini terlihat belum mampu menunjukkan performa yang baik. Ia masih kesulitan untuk menyatukan diri dengan aliran permainan El Real.

Namun ada sisi positif dalam permainan Hazard pagi tadi, di mana ia mulai menunjukkan pergerakan yang bagus saat membuat assist untuk Nacho Fernandez. Untuk itu para fans El Real nampaknya harus bersabar dengan performa sang playmaker. Karena saat ini ia sedang berproses untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya nanti.

Point Ketiga: Kebangkitan Diego Costa

Dan ada satu hal yang paling mencolok di pertandingan di MetLife Stadium tadi pagi adalah ketajaman dari pemain yang sudah berusia 30 tahun, Diego Costa.

Terlepas dari buruknya koordinasi pertahanan Madrid, Costa memang tampil impresif pagi tadi. Ia mampu menemukan ruang di area pertahanan El Real dan mempu membuat perolehan dengan cetakan empat point gol pada laga tersebut sebelum mendapatkan kartu merah.

Quattrick Costa ini menjadi sebuah harapan baru bagi Atletico yang baru saja ditinggalkan Antoine Griezmann. Costa bisa menjadi mesin gol baru bagi mereka, terutama setelah musim lalu Striker Timnas Spanyol itu tampil di bawah standard. Untuk itu dengan kemajuan yang di tunjukkan dari pria yang sudah mempunyai satu anak ini, menjadi perhatian untuk Madrid lebih lagi bekerja keras untuk mengalahkan Diego Costa ini.

Point Keempat: Joao Felix Menjanjikan

Selain Diego Costa, salah satu pemain yang tampil mencolok lainnya pada pertandingan pagi tadi adalah rekrutan baru dari Atletico Madrid, Joao Felix.

Pemuda yang dibeli dari Benfica dengan harga 120 juta Euro ini sempat membuat kaget ketika ia masuk dalam daftar line up Atletico. Maklum, ia diberitakan baru pulih dari cedera. Pastinya harapan akan dirinya tentu tidak lah besar.

Namun pemain Timnas Portugal itu mampu menunjukkan jika ia tampil dengan performa yang sangat luar biasa. Ia beberapa kali menjadi ancaman nyata bagi barisan pertahanan El Real dan itu dibuktikan dengan gol yang ia ciptakan.

Point Kelima: Ubah Ritme Latihan

Nyatanya, salah satu yang harus diperbaiki dari skuat Real Madrid di sisa kurang lebih tiga minggu jelang La Liga di mulai adalah ritme latihan mereka.

Pada pertandingan yang belangsung tadi pagi, Real Madrid terlihat masih kesulitan meladeni permainan berintensitas tinggi. Itu mengakibatkan mereka kelabakan terutama dengan serangan balik cepat yang dimiliki di tangan klub Atletico Madrid.

Tidak hanya itu, sejak pra musim ini skuat Real Madrid rentan terkena cedera di mana pada laga tersebut Luka Jovic harus digotong keluar lapangan. Untuk itu sang pelatih Zidane harus memformulasikan sesi latihan yang tepat agar El Real bisa lebih tangguh. Semoga saja harapan para fans akan Real Madrid bisa maju dan berkembang lebih baik lagi segera di buktikan.

Pra Musim Dengan Hasil Yang Buruk, Zidane Sang Pelatih Janji Benahi Performa Real Madrid

Pra Musim Dengan Hasil Yang Buruk, Zidane Sang Pelatih Janji Benahi Performa Real Madrid

Pelatih Real Madrid yang sudah berusia 47 tahun, Zinedine Zidane baru-baru ini angkat bicara dan meminta maaf atas performa buruk timnya di pra musim kali ini. Zidane berjanji akan membenahi situasi ini sebelum mereka memasuki musim baru 2019/2020.

Real Madrid tercatat sudah mengawali tur pra musim mereka sejak tanggal 20 Juli mereka. Mereka mengunjungi Amerika Serikat untuk mempersiapkan musim kompetisi yang baru.

Tetapi sejauh ini, justru Real Madrid menunjukkan performa yang buruk dan tidak membuah kan hasil yang baik di pra musim kali ini. Dan berita yang terbaru, yaitu mereka dipermalukan Atletico Madrid baru saja dengan skor perolehan skor 7-3 di Met Stadium pagi tadi.

Zidane selaku pelatih mengaku bertanggung jawab dengan kondisi ini dan ia pun berjanji akan segera membenahi performa timnya. Inilah ungkapan dari mulut pelatih berusia 47 tahun tersebut. “Saat ini kami sedang mempersiapkan musim baru dan kami harus tenang menghadapi situasi ini,” ujar Zidane kepada Goal International.

Performa Buruk

Zidane sendiri selaku pelatih mengakui bahwa performa timnya masih jauh dari kata memuaskan dan baru tadi pagi justru mengecewakan para penggemar Real Madrid, Untuk itu ia akan mencoba untuk membenahi performa mereka sebelum musim digelar.

“Kami masih memiliki waktu hingga 17 Agustus untuk pertandingan Liga pertama kami. Untuk saat ini kami memang masih kurang dibanyak aspek.” Ujar pelatih.

“Kami akan termotivasi untuk menjadi lebih baik dan saya tidak ragu akan itu. Saya yakin musim kami akan berjalan dengan sangat baik.” Ujarnya kembali.

Kekalahan Yang Menyakitkan

Zidane menyadari bahwa ini hanyalah sebuah partai pra musim. Namun ia tidak mau membenarkan kekalahan telak tersebut sebagai sebuah hal yang normal. Ia sendiripun sudah mendiskusikan dengan para pemain lainnya jika harus ada hal yang di koreksi next mereka akan lebih berjuang keras lagi.

“Kami tidak bisa merasa senang hari ini. Untuk sisanya saya yakin tim ini akan mampu bersaing dan bermain dengan baik. Untuk saat ini kami akan kembali dan beristirahat.” Ujar pelatih.

“Kekalahan ini tidak membuat saya cemas namun kekalahan ini sangat menyakitkan. Kami tidak bermain untuk menelan kekalahan. Namun itulah kenyataannya dan kami tidak boleh menatap ke belakang.” Kata Zidane.

“Ini adalah pertandingan yang buruk dan kami harus merefleksikan apa yang sudah kami perbuat untuk kedepannya.” tandasnya.

Dua Uji Coba

Real Madrid sendiri tercatat masih menyisakan dua partai uji coba. Mereka akan menghadapi dengan melawan Tottentam yang akan di laksanakan pada tanggal 30 Juli 2019 tepatnya hari selasa mendatang, dan juga akan melawan Red Bull Salzburg yang akan di laksanakan pada tanggal 7 Agustus 2019 tepatnya bulan depan.

Namun sebelum semua itu, kabarnya mereka akan mengawali laga pertama mereka di La Liga dengan melawan Celta Vigo yang di laksanakan pada tanggal 17 Agustus 2019. Semoga semua harapan fans dan harapan banyak orang lainnya bisa segera terwujud dan terlaksana dengan lancar pada dua uji coba yang akan di hadapi.

Presiden Inter Milan Dukung Pelatih, Untuk Pastikan Jual Mauro Icardi

Presiden Inter Milan Dukung Pelatih, Untuk Pastikan Jual Mauro Icardi

Presiden Inter Milan, Steven Zhang, memberikan dukungan penuh kepada pelatih berusia 49 tahun, Antonio Conte soal terkait kasus pemainnya Mauro Icardi. Steven Zhang yakin Inter mampu mencari pemain lain sebagai pengganti. Tentunya pemain yang jauh lebih baik sesuai yang di harapkan.

Mauro Icardi sudah memicu polemik di skuad Inter Milan sejak musim 2018/19 lalu. Hubungannya dengan suporter memburuk. Begitu juga dengan rekan satu timnya dan pelatih Luciano Spalletti pada tahun itu.

Musim 2018/19 selesai, dan di kabarkan masa depan Icardi bersama Inter Milan justru kian suram. Sampai pergantian pelatih oleh Antonio Conte. Dia dipulangkan dari sesi latihan pramusim. Tentu Inter akan bergerak, karena untuk bisa menjual pemain berusia 26 tahun tersebut.

Keputusan untuk mendepak Icardi rupanya menjadi suara bersama di Inter sepakat untuk membuat keputusan tersebut. Bukan hanya dari Conte, tapi juga sang presiden Steven Zhang. Dan kabarnya ia angkat bicara lalu untuk berkomentar, seperti apa komentar Zhang terkait masa depan Icardi? Simak sampai habis artikel ini ya.

Inter Milan Mantap Depak Mauro Icardi

Sejak awal, Antonio Conte selaku pelatih memang tidak ingin melihat Mauro Icardi dalam skuad asuhannya. Pelatih yang dikenal tanpa kompromi itu lantas menepikan sang pemain. Dia tidak diikutsertakan dalam sesi pramusim Inter. Hal tersebut tentu juga harus di terima oleh Icardi agar ia tau dimana letak kesalahannya agar ia perbaiki di next klub yang akan ia bela.

Steven Zhang mendukung keputusan uang diambil oleh Conte. Meskipun, dia sebenarnya tetap menghormati Icardi yang pernah mejadi pemain kunci bagi Inter Milan. Namun mau tidak mau Icardi harus menerima keputusan tersebut.

“Icardi adalah pemain yang hebat, dia adalah orang yang baik dan dia telah membantu klub dengan mencetak banyaj gol di masa lalu,” ucap Steven Zhang kepada Corriere della Sera.

Steven Zhang yakin bahwa keputusan untuk melepas Icardi bukan sebuah kesalahan bagi Inter. Secara teknis, dia cukup yakin bahwa klub mampu menemukan pemain lain untuk jadi penggantinya dan yang harus di pastikan yang mempunyai kemampuan yang sesuai seperti yang Inter butuhkan “Kami akan temukan solusi terbaik untuknya,” tegas Steven Zhang.

Kandidat Pengganti Mauro Icardi

Tentu saja Inter Milan sudah punya beberapa pilihan untuk menggantikan posisi Mauro Icardi. Yang ternyata dari pemain yang sudah ada di skuad, Antonio Conte bisa mengandalkan sosok penyerang berusia jauh lebih muda dibanding Icardi yaitu 21 tahun, Lautaro Martinez.

Tidak hanya Cuma-Cuma di pilih namun, Lautaro sudah membuktikan kualitasnya pada musim 2018/19 lalu. Meskipun memang ia masih belum optimal, pemain asal Argentina itu menjadi bukti bahwa Inter Milan tetap bisa tampil tajam tanpa Mauro Icardi.

Terlepas dari hal tersebut. Inter Milan kini juga masih mengupayakan transfer Romelu Lukaku dari Manchester United. Hanya saja, negosiasi sampai saat ini masih belum juga mencapai kata sepakat. United meminta harga 70 juta pounds. Soal ini kita tunggu saja ya bagaimana penjelasan jelasnya Bolaneters.